.comment-link {margin-left:.6em;} span.fullpost {display:none;}

ruang santai

Saturday, November 25, 2006

Pulang yuk!....





Perjalanan pulang terasa lebih singkat daripada ketika kita berangkat. Mengapa? Karena mungkin saat kita pulang, tidak ada lagi sesuatu yang bernuansa target, dateline dan semacamnya. Lho? Iyalah, kan pas waktu kita berangkat kita ingin mencapai sesuatu, dan bayangan itu yang membuat kita seakan-akan mempunyai beban untuk mencapainya. Sedangkan pulang hanya menyisakan sebuah sikap: mari nikmati perjalana pulang ini.

Jadi ingat waktu kecil diajak jalan-jalan sama keluarga. Pulangnya sore dan selalu kecapean. Terkadang, saya tertidur di belakang mobil ford cortina putih kami yang lebar. Jika pada waktu berangkat saya begitu semangat dan tergesa-gesa mencapai tempat tujuan, pulang hanya mengisyaratkan tidur dan mimpi yang indah.

Apakah sikap yang sama bisa diterapkan dalam hidup ini?

Labels:


Baca selengkapnya!

Thursday, November 23, 2006

Mulai menulis lagi...

Akhirnya saya mulai menulis lagi.

Setelah puasa, lebaran, mudik dan sekarang (sudah dimulainya) UTS. Menulis sebetulnya hobi. Tapi memang butuh kedisiplinan dalam pengaturan waktu dan tenaga untuk mengerjakannya. Yah, kalau tidak, banyak hal-hal lain yang akan menarik saya untuk tidak duduk di depan monitor dan mulai menulis kata-kata ini.

Di dalam penulisan apapun, diperlukan sebuah pengorganisasian pikiran yang stabil, runut dan konsisten dari awal hingga akhir. Nah, ini adalah hal-hal yang sebetulnya juga tidak sepenuhnya dipunyai saya. Tapi saya mau mencoba untuk belajar dan bereksprimen, minimal dengan diri saya sendiri.

Menulis juga membutuhkan angle yang menarik, sehingga pembaca tidak merasa bosan. Mencoba untuk melihat sesuatu dari kacamata yang lain dan mempersembahkannya kepada orang lain untuk dibaca dan dinikmati. Karenanya posisi kita harus sejajar dengan mereka dan tidak menggurui. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat yang (akan setia) mendengarkan Anda. Keluh kesan Anda, cerita dan buah pikiran Anda.

Dahulu, saya ingin sekali menulis untuk bisa terkenal. Menulis sesuatu yang hebat: fiksi, novel atau apa pun. Menjadi terkenal, tampaknya sesuatu yang menjadi motivator penting dalam hidup saya. Tetapi seiring dengan waktu, sepertinya bara itu mulai mendingin. Sekarang saya hanya ingin menulis untuk diri saya sendiri, untuk teman-teman dekat saya. Mungkin saya hanya ingin menapaki jalan yang lebih realistik dan lebih bermakna bagi diri pribadi. Dan bukankah persahabatan, teman dan individualitas pribadi adalah hal-hal yang sangat penting untuk kita perhatikan?

Labels:


Baca selengkapnya!

Cuaca disekitar kita...



Subang dirundung mendung hari-hari ini. Walaupun begitu, terkadang hawa masih terasa sangat panas. Cuaca memang suka berubah-rubah. Beberapa hari yang lalu (Senin, 20 Nov, 06) saya di Bandung dan merasa kepanasan. Padahal itu malam lho. Aneh, kata saya dalam hati. Kok bisa-bisanya Bandung berasa panas kayak gini.

Ternyata pagi harinya saya membaca diPikiran Rakyat bahwa hawa Bandung di malam itu mencapai 30-an derajat lebih! Wow, ini baru berita.

Dari ratusan perkiraan yang masuk di akal, kayaknya memang cuaca di seluruh dunia sekarang mulai mengalami perubahan. Ini mungkin secuil kisah nyata bahwa ada yang namanya efek dari global warming. Dan kita, di Indonesia sudah mulai merasakan hal itu.

Makanya mungkin kita harus ikut bertanggungjawab dengan lingkungan kita. Dan itu bisa dimulai dengan hal yang kecil-kecil kok. Kalau buka pintu kulkas jangan lama-lama. Jangan pake phylox. Hemat kalau pake AC dan lainnya.

Mungkin memang sudah waktunya untuk lebih peduli dengan lingkungan.


Baca selengkapnya!

Sunday, September 24, 2006

Ramadhan ini...

Setiap kali berjumpa dengan Ramadhan, biasanya ada sebuah paradox yang saya rasakan. Pertama sebenarnya senang karena ini adalah bulan yang penuh berkah, tapi juga was-was karena

juga mulai menghitung berapa kali lagi Ramadhan yang bisa saya temui. Buat saya Ramadhan mempunyai beberapa segi yang menarik, antara lain :
1. Di bulan ini, waktu saya masih tinggal dengan ortu, adalah bulan dimana kami sekeluarga bisa makan bersama-sama di meja makan. Sebelumnya, karena kesibukan kami biasa makan sendiri-sendiri di sekolah atau di kantor.
2. Di bulan ini, tidur menjadi sesuatu yang istimewa karena ia menjadi sebuah ibadah. Akibatnya, banyak teman-teman yang asyik tidur di mesjid ataupun perpustakaan.
3. Rajin ke mesjid untuk terawih sambil.....ngueceng. Apalagi kalau mesjidnya di mesjid kawasan yang terkenal agak elit lah. Wah, cuci mata sekalian menyerap ilmu dari penceramahn dan bersyukur masih punya sepasang mata yang bagus dan sehat.


Baca selengkapnya!