Kebahagiaan dan Kesuksesan
Saya duduk bersama sekitar sepuluh orang dalam sebuah kelompok. Kami semua adalah partisipan dalam sebuah workshop yang difasilitasi oleh Prof. Dr. Komarudin Hidayat. Seperti workshop-workshop lain yang bertema spiritualitas, kami duduk membicarakan banyak hal.
Satu hal yang muncul dari pertanyaan itu adalah apa sih yang membuat kita merasa bahagia? Banyak orang yang mengukurnya dengan keberhasilan finansial, pensiun muda dan bisa jalan-jalan dan bersantai. "Kalau saya merasa bahagia apabila saya pulang dan anak-anak menghambur ke pelukan saya", kata teman saya. Wah, kekeluargaan sekali ya?
Banyak orang yang mempertalikan kebahagiaan dengan kesuksesan. Karena saya seorang pengajar (yang mungkin masih terlalu naif), kesuksesan saya rasa adalah ketika murid saya mengerti dan memahami apa yang saya ajarkan. Dan kebahagiaan adaah sesuatu yang sederhana: ketika murid merasa bahwa apa yang dipelajarinya bermanfaat dan dapat digunakan olehnya sepanjang hidupnya.
Kata Mas Komar, sebetulnya kebahagiaan dan kesuksesan yang tertinggi sebenarnya apabila kita dapat lebih banyak memberi daripada menerima. Ketika kita membuat orang yang kita cintai menjadi lebih berbahagia karena kita bisa memberikan yang terbaik kepadanya. Dan itu nggak usah jauh-jauh : kepada teman, pacar, keluarga kita.
Gimana setuju nggak?
Satu hal yang muncul dari pertanyaan itu adalah apa sih yang membuat kita merasa bahagia? Banyak orang yang mengukurnya dengan keberhasilan finansial, pensiun muda dan bisa jalan-jalan dan bersantai. "Kalau saya merasa bahagia apabila saya pulang dan anak-anak menghambur ke pelukan saya", kata teman saya. Wah, kekeluargaan sekali ya?
Banyak orang yang mempertalikan kebahagiaan dengan kesuksesan. Karena saya seorang pengajar (yang mungkin masih terlalu naif), kesuksesan saya rasa adalah ketika murid saya mengerti dan memahami apa yang saya ajarkan. Dan kebahagiaan adaah sesuatu yang sederhana: ketika murid merasa bahwa apa yang dipelajarinya bermanfaat dan dapat digunakan olehnya sepanjang hidupnya.
Kata Mas Komar, sebetulnya kebahagiaan dan kesuksesan yang tertinggi sebenarnya apabila kita dapat lebih banyak memberi daripada menerima. Ketika kita membuat orang yang kita cintai menjadi lebih berbahagia karena kita bisa memberikan yang terbaik kepadanya. Dan itu nggak usah jauh-jauh : kepada teman, pacar, keluarga kita.
Gimana setuju nggak?

3 Comments:
setuju...
By
Anonymous, at 10:38 AM
Kebahagiaan dan kesuksesan seseorang mempunyai penilaian yang berbeda.Bagi saya apabila seseorang mendapatkan kedamaian (bukan kesenangan) itulah yang orang yang sudah bahagia dan sukses. Namun saya setuju dengan pendapat yang dipaparkan, hanya itu adalah beberapa bagian dari kebahagiaan dan kesuksesan.Untuk itu seorang yang sukses sulit didapat dalam zaman sekarang. Mungkin saja dia merasa sukses tapi dimata orang lain malah sebaliknya, atau orang sudah memandang dia bahagia dan sukses tapi dia sendiri tidak merasakan hal itu.
Satu yang sangat menggugah hati saya yaitu pendapat tentang kebahagiaan akibat dari apa yang diajarkan bapa ( apabila dapat dimengerti dan bermanfaat baginya) adalah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Pa Bisma. Saran saya janganlah tidak bahagia / menjadi beban, walaupun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Sebab mungkin telenta dari setiap orang berbeda.Kami mahasiwanya sebenarnya merasakan kedekatan yang Pa Bisma berikan, kami sadar maksud dari semuanya itu dimana agar kami senang dan termotivasi untuk mengerti dan menguasai apa yang Bapa ajarkan.Secara khusus pribadi saya dimana setelah 15 thn fakum dari bangku sakolah dan banyaknya kegiatan, sehingga apa yang Bapa harapkan dan apa yang saya cari (Ilmu) tidak tercapai. Untuk itu mohon jangan bersedih kalaupun kami tidak dapat membuat suatu kebahagiaan bagi Bapa.
By
Anonymous, at 12:05 AM
Kebahagiaan dan kesuksesan seseorang mempunyai penilaian yang berbeda.Bagi saya apabila seseorang mendapatkan kedamaian (bukan kesenangan) itulah yang orang yang sudah bahagia dan sukses. Namun saya setuju dengan pendapat yang dipaparkan, hanya itu adalah beberapa bagian dari kebahagiaan dan kesuksesan.Untuk itu seorang yang sukses sulit didapat dalam zaman sekarang. Mungkin saja dia merasa sukses tapi dimata orang lain malah sebaliknya, atau orang sudah memandang dia bahagia dan sukses tapi dia sendiri tidak merasakan hal itu.
Satu yang sangat menggugah hati saya yaitu pendapat tentang kebahagiaan akibat dari apa yang diajarkan bapa ( apabila dapat dimengerti dan bermanfaat baginya) adalah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Pa Bisma. Saran saya janganlah tidak bahagia / menjadi beban, walaupun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Sebab mungkin telenta dari setiap orang berbeda.Kami mahasiwanya sebenarnya merasakan kedekatan yang Pa Bisma berikan, kami sadar maksud dari semuanya itu dimana agar kami senang dan termotivasi untuk mengerti dan menguasai apa yang Bapa ajarkan.Secara khusus pribadi saya dimana setelah 15 thn fakum dari bangku sakolah dan banyaknya kegiatan, sehingga apa yang Bapa harapkan dan apa yang saya cari (Ilmu) tidak tercapai. Untuk itu mohon jangan bersedih kalaupun kami tidak dapat membuat suatu kebahagiaan bagi Bapa.
By
Anonymous, at 12:07 AM
Post a Comment
<< Home