Mulai menulis lagi...
Akhirnya saya mulai menulis lagi.
Setelah puasa, lebaran, mudik dan sekarang (sudah dimulainya) UTS. Menulis sebetulnya hobi. Tapi memang butuh kedisiplinan dalam pengaturan waktu dan tenaga untuk mengerjakannya. Yah, kalau tidak, banyak hal-hal lain yang akan menarik saya untuk tidak duduk di depan monitor dan mulai menulis kata-kata ini.
Di dalam penulisan apapun, diperlukan sebuah pengorganisasian pikiran yang stabil, runut dan konsisten dari awal hingga akhir. Nah, ini adalah hal-hal yang sebetulnya juga tidak sepenuhnya dipunyai saya. Tapi saya mau mencoba untuk belajar dan bereksprimen, minimal dengan diri saya sendiri.
Menulis juga membutuhkan angle yang menarik, sehingga pembaca tidak merasa bosan. Mencoba untuk melihat sesuatu dari kacamata yang lain dan mempersembahkannya kepada orang lain untuk dibaca dan dinikmati. Karenanya posisi kita harus sejajar dengan mereka dan tidak menggurui. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat yang (akan setia) mendengarkan Anda. Keluh kesan Anda, cerita dan buah pikiran Anda.
Dahulu, saya ingin sekali menulis untuk bisa terkenal. Menulis sesuatu yang hebat: fiksi, novel atau apa pun. Menjadi terkenal, tampaknya sesuatu yang menjadi motivator penting dalam hidup saya. Tetapi seiring dengan waktu, sepertinya bara itu mulai mendingin. Sekarang saya hanya ingin menulis untuk diri saya sendiri, untuk teman-teman dekat saya. Mungkin saya hanya ingin menapaki jalan yang lebih realistik dan lebih bermakna bagi diri pribadi. Dan bukankah persahabatan, teman dan individualitas pribadi adalah hal-hal yang sangat penting untuk kita perhatikan?
Setelah puasa, lebaran, mudik dan sekarang (sudah dimulainya) UTS. Menulis sebetulnya hobi. Tapi memang butuh kedisiplinan dalam pengaturan waktu dan tenaga untuk mengerjakannya. Yah, kalau tidak, banyak hal-hal lain yang akan menarik saya untuk tidak duduk di depan monitor dan mulai menulis kata-kata ini.
Di dalam penulisan apapun, diperlukan sebuah pengorganisasian pikiran yang stabil, runut dan konsisten dari awal hingga akhir. Nah, ini adalah hal-hal yang sebetulnya juga tidak sepenuhnya dipunyai saya. Tapi saya mau mencoba untuk belajar dan bereksprimen, minimal dengan diri saya sendiri.
Menulis juga membutuhkan angle yang menarik, sehingga pembaca tidak merasa bosan. Mencoba untuk melihat sesuatu dari kacamata yang lain dan mempersembahkannya kepada orang lain untuk dibaca dan dinikmati. Karenanya posisi kita harus sejajar dengan mereka dan tidak menggurui. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat yang (akan setia) mendengarkan Anda. Keluh kesan Anda, cerita dan buah pikiran Anda.
Dahulu, saya ingin sekali menulis untuk bisa terkenal. Menulis sesuatu yang hebat: fiksi, novel atau apa pun. Menjadi terkenal, tampaknya sesuatu yang menjadi motivator penting dalam hidup saya. Tetapi seiring dengan waktu, sepertinya bara itu mulai mendingin. Sekarang saya hanya ingin menulis untuk diri saya sendiri, untuk teman-teman dekat saya. Mungkin saya hanya ingin menapaki jalan yang lebih realistik dan lebih bermakna bagi diri pribadi. Dan bukankah persahabatan, teman dan individualitas pribadi adalah hal-hal yang sangat penting untuk kita perhatikan?
Labels: refleksi

0 Comments:
Post a Comment
<< Home